Kamis, 1 November ...
Malam hari
(malam kamis) saya susah tidur. Karena kepikiran, besok saya akan melakukan observasi ‘pengenalan lapangan’ di prodi
Manajemen Dakwah (Fakultas Dakwah, UIN Suka).
Observasi ini adalah salah satu bagian dari mata kuliah field study (kompetensi lapangan)
semester 3 program magister – ya!, semacam magang, untuk melatih kita menjadi
dosen.
Sebenarnya, bagi
saya, mengajar sudah sering saya lakukan. Apalagi tampil di depan umum. Namun,
yang menjadi persoalan adalah saya akan mengajarkan sebuah mata kuliah yang
betul-betul baru bagi saya. Waktu itu di beri mata kuliah Manajemen Kinerja
oleh dosen pamongnya (yang punya kelas di prodi manajemen dakwah, sakaligus menjadi
pembimbing kita). Di situlah saya
kepikiran terus. Apa yang harus saya lakukan. Sehingga membuat saya susah tidur
pada waktu itu.
Mata kuliah field study oleh dosennya (Ibu Na’imah),
di bagi menjadi dua bagian: Praktek di Kelas “Peer Teaching” dan Pratek di
Lapangan “Field Study” . Untuk
Praktek di Kelas sudah selasai. Waktu itu materi saya tentang Manajemen
Sekolah/Madrasah. Mata kuliah ini juga memiliki bobot 2 SKS artinya sekitar 14 pertemuan dan praktek lapangannya
minimal 3 tatap muka di kelas.
Akhirnya,
paginya saya bangun, shalat subuh seperti biasa, ngaji, kemudian kembali ke
kamar untuk... Tidur. ‘Oo ia, malam kamis biasanya kami bangun untuk shalat
tahajjud, sekitar 1 jam sebelum shalat subuh, lalu kita sahur. Sehingga
besoknya, dari pagi sampai magrib kita tidak bisa makan kedapur’. Itulah
sebabnya saya tidur pagi, makan pagi kedapur tidak ada, dan observasinya juga
nanti jam 1 siang.
Tidur...
bangun... tidur... bangun... itu aja kerjaan saya pagi itu, sambil sesekalil
lihat jam di handphone (baca: hape), ‘udah jam berapa ya?’, kata saya dalam
hati. Maklum !!! orang lagi deg-degan, kan mau observasi. Waktu itu saya sudah
buat plan ‘rencana’. Jam 10 saya sudah harus pergi mandi, berpakaian, berdandan
rapi, dan berangkat. Sehingga pas sampai kampus, saya masih ada kesempatan
untuk ke perpustakaan, cari-cari referensi mengenai Manajemen Kinerja yang saya
akan ajarkan nanti.
Namun, belum
sampai jam 10!!!, ada pesan WA ‘Watssup’
masuk di grup. 'Grup WA yang kami buat untuk memudahkan komunikasi antara dosen
pamong dan mahasiswa magang ini. Isinya 4 orang: saya, dua teman saya, dan
dosen pamongnya sendiri.’
’berhubung hari ini ada kegiatan besar UIN, jadi semua
perkuliahan di arahkan ke acara tersebut. Terima Kasih.’ Kata bapaknya
‘Waduh!, berarti ngak jadi ni observasinya, saya udah
deg-degan juga.’ Ungkap saya dalam hati.
Ya, mau gimana lagi. Namun saya tetap putuskan untuk
tetap ke kampus. Kan, Benefitnya juga banyak: saya bisa mencari udara segar
(karena bisa dipastiin seharian itu saya akan tidur dan bisa membuat kepala saya sakit. Disamping tidur seharian
juga, tidak sehat bagi tubuh saya), kemudian saya juga bisa ke perpustakaan
untuk mencari buku-buku referensi untuk Mata Kuliah Manajemen Kinerja itu. dan tak kalah penting uang ‘Cash’ juga masih ada, untuk akomodasi di perjalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar