2 Januari
2019...
Untuk
catatan hari ini, saya tulis aja di tempat halte TU ini ,
takutnya sebentar kecapaian langsung tidur dan tidak menulis lagi seperti
kemarin. Saya menulis ini pada jam 18.36 Malam suasana di halte janti Selatan
ini bising dengan lalu lalang kendaraan, dan gelap malam diterangi oleh lampu
hasil ciptaan tomas alva edison. Saya menunggu BIS TU tujuan prambanan bersama
dengan beberapa orang saja, tidak ramai.
Ruangannya
seukuran dengan halte sambilegi, namun yang disini lumayan besar dikit. .......
Karena catatan ini terhenti tadi... Sekarang sudah ada diatas kasur...
Kemungkinan tidak akan efektif untuk menulis catatan yang menarik ini
hari ini. Maka saya lanjut besok subuh....
....
ok subuh ini
kita lanjutkan, jadi semalam saya terhenti menulis catatan di halte janti
selatan karena ada anak-anak datang sehingga mengharuskan saya untuk mengobrol
dengannya, tidak mungkin juga saya melanjutkan catatan saya bila dia ada,
kurang mood aja. bukan apa-apanya dia adalah salah satu anak didik saya jadi
kalau saya asyik menulis kemudian tidak menanggapinya, saya tidak enak aja.
lanjut, jadi
semalam saya di halte janti selatan menunggu Bis tujuan Prambanan. seperti
biasa Bisnya datang lama sekali dari habis maghrib saya menunggu isya baru nongol
tu Mobil besi berwarna kuning kehijaun (pake bahasa-bahasa sini siki' lah, 'eh
apalagi tu siki', wah ini pengaruh My Stupid Boss'). setalah Bisnya datang
kemudian saya meluncur pergi walaupun harus berdiri bergelantungan.
namun saya
tidak lama berdiri karena penumpang satu persatu keluar. saya pun dapat tempat
duduk favorit saya di samping driver. tempat duduknya ada di atas sedikit
sedangkan tempat duduk yang banyak itu ada di bawah saya. pas di tempat duduk
saya ada bapak-bapak duduk yang sesekali menyentuh saya, tapi saya hiraunkan
saja. karena dia seperti orang gila', bicara-bicara sendiri. penampilannya juga
biasa saja pake baju kokoh yang lusu, rambut, janggut dan kumis yang
berantakan. sedangkan di depan dia duduk seorang gadis putih lumayan cantik,
kemungkinan masih sekolah. entah dari mana malam-malam baru pulang. dan didepan
saya ada perempuan yang menggenakan masker sehingga cuma mata dan
jidatnya yang putih yang kelihatan disampingnya ada mamak-mamak, klu ini biasa
aja ngk usah disebut ciri-cirinya. hehe
ehh, tapi
bukan perjalan saya pulang yang menjadi fokus catatan saya hari ini. tapi
catatan saya hari ini mengenai saya berangkat mengikuti UAS yang terakhir di
semester 3 ini, dan mungkin ini adalah ujian terakhir saya selama menempuh magister
di UIN Suka. paginya sebelum saya berangkat ke kampus, seperti biasa saya
mengedit-mengedit sedikit tugas-tugas yang saya akan kumpul, seperti proposal
penelitian diedit lagi karena hari senin kemarin baru selesai di revisi oleh
ibu dosennya.
selesai saya
edit, saya makan dulu, mandi dan langsung berangkat ke kampus pusat untuk
ngeprint semua tugas-tugas tersebut jumlahnya ada tiga, proposal yang dijadikan
tugas UAS, proposal yang akan di ACC untuk dijadikan persyaratan pengajuan
pembimbing dan tugas individu laporan FS. saya harus berburu dengan waktu
karena jam dimulainya ujian 9.20. sedangkan saya harus ke kampus untuk ngeprint
terlebih dahulu. kenapa kok tidak ngeprint di tempat saya yang juga ada? saya
tidak disana karena bayarannya lumayan mahal, saya mau belajar untuk berhemat.
mungkin karena kedepannya perjalanan hidup saya akan lebih berbeda, yang bukan
anak-anak sekolahan lagi. jadi yang seperti itu, sekarang mulai saya pelajari.
sebelum-sebelumnyanya saya dapat kiriman uang, saya ngk tahu uangnya habisnya
kemana dan dalam tempo yang sekingkat-sekingkatnya pula.
olehnya itu
saya mengeprint ke kampus pusat yang di sana lumayan murah karena di sana
memang pusatnya penyedian jasa keperluan bagi mahasiswa-mahasiswa khususnya
mahasiswa UIN. kalau tempat saya adanya cuma satu dua dan itu lumayan mahal,
saya hanya mengeprint disini (prambanan) kalau saya lagi kepepet aja.
sebanarnya sebelum saya kesini saya sudah punya niatan untuk membeli print
namun apalah daya hidup masih disubsidi, bapak saya sebenarnya uangnya ada,
namun karena terlalu perhitungan jadilah seperti ini. dia tidak paham apa
kebutuhan anaknya. (udahlah, kalau masalah bapak saya tu, mungkin nanti ada
babnya tersendiri).
lanjut, saya
sampai di kampus pusat atau tempat ngeprint itu, tiba-tiba dari kejauhan ada
suara memanggil saya,"eh, mas, mau kemana?". saya perhatikan ternyata
suara itu teman sedaerah saya yang dari sulawesi tengah itu, yang dari kejauhan
tadi tidak begitu nampak bagi saya karena berhubung mata saya juga udah mines, dia
memakai pakaian batek lengan panjang tapi pake celana bokser selutut berwarna
biru, sangat kontradiktif penampilanmu saudara."enggk, ini mau ngeprint,
ehh mas, saya ngeprint dulu ya saya buru-buru". jawab saya. "oke mas,
hati-hati mas". "Oke".
saya cari
tempat print yang kira-kira bisa langsung dilayani tampa ngantri lagi, saya
dapat tempatnya yang hanya dijaga oleh bapak-bapak yang umurnya kira-kira masih
30-an. perkiraan saya dia yang punya sendiri tempat tersebut, beda dengan
tempat-tempat disebalahnya yang memang ramai dengan komputer dan pasilitas yang
lain tapi orang-orang yang menjaga tempat tersebut adalah para karyawan bukan
pemiliknya. kalau yang tempat saya ini sepertinya dia pemiliknya sendiri,
orangnya juga ramah ngajak makan saya lagi. kalau karyawan kan beda ya? dari
tatapan dan raut mukanya aja udah beda, mungkin habis dimarahi bosnya atau gaji
kurang atau gajinya belum dibayar (maaf ya para karyawan, kalau tidak ada
kalian siapa yang mau jadi karyawan dan tidak akan ada yang jadi bos, jadi
hidup punya pilihan mau jadi bos atau karyawan kalau karyawan kerjanya fokus
untuk mengerjakan yang menjadi tanggung jawabnya kemudian tinggal menerima gaji
sedangkan jadi bos pusing memikirkan semuanya dan semuanya punya kekurangan dan
kelebihannya tinggal kita pilih yang mana sesuai dengan kemampuan kita).
lanjut, saya
kemudian ngeprint ketiga item tadi dan semuanya di jilid, setelah selasai saya
bayar semuanya 36 ribu rupiah (seingat saya). setelah itu saya langsung ke
tempat halte untuk menunggu Bis tujuan Timur (kata orang sini, menunjuk arah
dengan arah jarum kompas), atau tepatnya bis yang mengarah kampus sambilaga
tempat kuliah kami magister FITK, tidak menunggu berapa lama bisnya datang. bis
kali ini seperti berpihak kepada saya yang lagi buru-buru mau UAS. saya sampai
di kampus sambilaga jam 9.10 masih ada 10 menit lagi sebelum waktu UAS dimulai.
berhubung UAS kali ini berbeda dengan UAS sebelumnya karena ada ujian lisannya.
Maka terjadilah perbedaan pendapat antara kami.
Ibu dosen
kami tidak jelas apa maksud dari tugas UAS yang dia buatkan PDF lalu dibagi ke
mahasiswa itu (maaf bu bukan menjelekkan, ibu orangnya baik dan pintar cuma
perlu sedikit memej dengan baik tugas-tugas mahasiswa yang diperintah kepada
mahasiswa agar jelas dan lebih terarah sehingga tidak menimbulkan perbedaan
pendapat diantara kami). beliau mengatakan ada tugas individu dikumpul kemudian
juga lisan, jadilah saya membuat laporan individu itu, yang ternyata cuma saya
yang buat dan teman saya yang satu daerah itu, karena dia mengikuti saya
juga.
kemarin saya
juga mengatakan bahwa maksud ibu yang dikumpul itu tinggal laporan kelompok
saja, tidak ada lagi individu-individu kecuali ada tugas individu dari dosen
pamong maka itulah yang dikumpul, namun karena ada teman yang ngotot bahwa
harus buat yang laporan individu lagi. ya udah kami buat lagi walaupun
saya yang ketua tingkatnya harus mengalah. dan akhirnya memang tidak ada yang
dikumpul dan hanya ujian lisan aja, kirain juga ujian lisan seperti wawancara
namun ujiannya adalah ujian essai tentang menuliskan beberapa kali FS,
persoalan dan solusi di tempat FS dan Inovasi FS selanjutnya. Ini mah bukan
ujian buuuu. tapi ngk papa, saya juga ngk masalah. UAS juga sudah selesai
dan proposal juga sudah ACC, jadi semuanya sudah selesai untuk semester 3 ini.
tinggal mengurus penelitian tesis setelah selesai di wisuda, setelah
itu..... hehe.....,
lanjut, kami
kerjakanlah tu ujiannya. ibunya harus pergi karena menjadi pembicara pada PPG
guru-guru dikampus pusat, jadi selasai kami kerjakan ujian itu kami kumpul aja
dan dimasukan ke dalam map, karena masih ada jadwal Ujian masih satu lagi
yaitu mata kuliah proposal tesis yang diasuh oleh ibu dosen yang sama maka,
tempat kumpul tugasnya dan berita acaranya kami ke pusat lagi, karena di bawah
oleh ibunya. kami pun kepusat di ruang PPB tempat dilaksanakannya PPG, disana
kami kumpul tugas kami, menandatangi berita acara ujian dan minta ACC proposal
tesis kami, alhamdulillah semuanya beres. kami salaman dengan ibunya,
berterimah kasih dan minta maaf bila ada yang salah, karena ini menjadi akhir
pertemuan kami dalam mata kuliah ini. mungkin dalam pertemuan selanjutnya dalam
bentuk, suasana, posisi yang lain. walaupun saya tetap menganggap ibu sebagai
guru yang pernah mengajari saya.
setelah itu
saya singgah terlebih dahulu di masjid UIN untuk shalat dhuhur, selesai shalat
saya mengambil uang di ATM untuk pembayaran Spp, yang ternyata saya tidak bisa
mengambil semuanya karena 'ternyata' ada batasan dalam penarikan uang di bank,
jadinya saya kemudian menundanya besok (hari ini) untuk membayar Spp Semester
4. setelah dari ATM saya makan siang dahulu di warung makan yang lumayan bagus
tempatnya tepat di kolong masjid UIN, tempat yang menarik dan cara memesan dan
membeli makanannya juga yang berbeda, air minumnya kita ambil sendiri, namun
isinya cuma setengah gelas jadi kita sendiri yang menambahnya dengan air sesuai
dengan selera kita, juga bila ingin yang panas, hangat atau pake Es sudah
disediakan tinggal kita yang mengambilnya, cara bayarnya juga unik bayar dulu
baru makan. setelah makan kita bisa langsung pergi yang membuat saya agak
canggung karena biasanya selesai makan saya menuju ke kasir untuk membayar.
selesai
makan saya ke perpustakaan melewati Under Pass di samping masjid UIN, di perpustakaan
lumayan sepi yang terlihat hanya beberapa mahasiswa yang tidak seperti
biasanya.karena liburan. kecuali kami mahasiswa pasca beberapa masih
berkeliaran, yang baru selesai UAS juga. saya disana membaca buku lalu kemudian
meminjam empat buah buku atau lebih tepatnya Novel. Novel-novel tersebut hampir
semuanya sudah pernah saya baca. mengapa kok saya pinjam lagi? saya masih suka
baca aja, isinya bagus. kemudian saya ingin mempelajarinya juga dari segi cara
penulisannya karena keempatnya punya kekhasannya tersendiri, ada yang di tulis
sudah bertahun-tahun lalu (Novel Salah Asuhan), kemudian Laskar pelangi yang
ditulis dengan gaya bercerita namun dengan gaya tulisan sastra, seperti
berpuisi dan bersenandung (Novel ini ketika saya baca saat masih SMP dulu, saya
mengerutkan jidad tidak paham dan tidak bisa mengikuti alurnya, namun sekarang
Alhamdulillah saya bisa menikmatinya, disini juga menjadi catatan bahwa
semakin tinggi kualitas intelektual kita, maka kitapun bisa menikmati buku-buku
bacaan itu). kemudian buku bumi cinta karya kang abik yang sudah saya baca juga
dengan campuran gaya sastra dan religius. dan terakhir rantau 1 muara karya
A.Fuadi buku ini juga sudah beberapa kali saya tamatkan, gaya bahasa yang khas
adalah memberi motivasi.
semua saya pinjam
untuk saya riset gaya kepenulisannya masing-masing (siapa tau nanti bisa
seperti mereka? Amin) dan bisa menjadi tambahan motivasi dan pengetahuan saya
juga. selesai dari perpus saya tidak langsung pulang saya menunggu sampai
magrib karena berhubung juga udah mau maghrib, saya selengilah waktu dengan
membaca bacaan favorit saya yang lain yaitu My Stupid Boss, yang selalu saja di
setiap bab ceritanya membuat saya mati ketawa, saya berharap sih bukunya tidak
sampai habis dan masih berjilid-jilid salanjutnya. karena betul-betul menghibur
saya, selain itu banyak juga informasi kita bisa dapatkan didalamnya tentang
pola hubungan karyawan dan bosnya, antara karyawan dan karyawan, bos dan
bawahannya dan juga informasi mengenai cara menjalankan sebuah perusahaan.
lanjut, dari
perjalanan saya dari perpus ke masjid UIN, ada kejadian uni lagi (menurut
saya). di lantai tiga fakultas adab saya berpapasan dengan seorang perempuan di
melihat saya, saya juga melihatnya kemudian dia menunduk, sepertinya dia
salting begitu merapikan penampilannya, dalam hati saya "ngapain salting
sama saya" apa yang menarik dari orang yang masih banyak kekurangan ini.
memang sih, saat itu saya berpenampilan rapi. dan terjadi kemudian didepan
tempat masuk masjid UIN tempat penitipan alas kaki giliran saya yang salting,
dengan sesosok perempuan yang lumayan cantik yang saya tahu dia pernah menjadi
moderator di acara multikultural kemarin. dia berjalan dengan beberapa orang
yang mungkin itu keluarganya lalu berpapasan dengan saya. dia melihat saya
namun saya tidak berani menatapnya seperti perempuan yang berpapasan dengan
saya tadi. wah, apakah ini yang namanya karma?. Wallahu a'alam bisssawab.