Selasa, 25 Desember 2018

Tangisan Anak Kucing

26 Desember 2018....

Seperti biasa saya bangun sekitar jam 3 atau setengah 4 subuh --- ketika mendengar adzan dari masjid. Saya bangun lalu berpakain shalat dan mengambil sikat gigi. Ketika perjalanan menuju masjid, di depan dapur saya mendengar ada tangisan kucing. Saya dengar dengan seksama, ternyata benar itu adalah tangisan anaknya kucing. 

Saya bergegas ke sumber suara tersebut, sayapun mendapati anak kucing yang lagi menangis di tinggal mamanya dan bapaknya. umur kucing itu sekitaran baru beberapa hari. Ketika melihat anak kucing itu, awalnya saya hanya berlalu saja. Namun pas beberapa langkah meninggalkan anak kucing yang lagi menangis itu. karena kasihan. sayapun balik untuk mengambil anak kucing itu, untuk di tempatkan di tempat yang lebih terhormat. Ketika saya memegang anak kucing itu, tiba-tiba ada suara dari belakang saya, dan berkata "kasihan". "Iya kasihan". Jawab saya. Ohh, ternyata, itu subi yang ingin ke masjid juga.

Sayapun mengambil anak kucing itu untuk ditempatkan di tempat yang agak terang --- karena dia terdampar di tempat yang agak gelap. takutnya, ada anak yang tidak bertanggung jawab. Masih mengantuk kah. Lalu menginjak anak kucing tersebut. Dan juga bila ditempat di tempat yang agak terang siapa tahu ada yang iba dan kasihan melihat anak kucing tersebut kemudian di adopsi. Atau bila ditempat di tempat yang lebih terang mamanya yang meninggalkan dia yang entah kemana, bisa datang untuk menjemputnya. 

Setelah selasai menempatkan anak kucing di tempat yang terang, saya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk buang hajat dan sikat gigi, ketika saya sibuk mencari gayung yang entah kenapa populasinya semakin berkurang.

Tiba-tiba ada yang menatap saya dengan tajam dari pojokan dapur, saya melihat dengan seksama. Wah, ternyata itu adalah kucing dewasa, dalam hati saya mengatakan,"jangan-jangan itu mamanya kucing yang tadi, tapi tatapannya segitu amat. Atau itu mungkin tatapan yang mengandung arti 'terima kasih mas, sudah peduli dengan anak saya' - tapi wajar sih kucing-kucing disini memang liar - tidak seperti kucing di rumah saya yang jinak".

Saya lanjut mengatakan dalam hati kepada kucing dewasa itu,"wahai kucing dewasa, apakah engkau mamanya kucing yang sudah saya tempatkan di tempat yang terang tadi? Kalau ia, cepatlah engkau menuju kepada anak-mu yang lagi menangis itu, dia ingin minum susu."

Setelah kembali dari masjid saya sudah tidak mendapati anak kucing yang lagi menangis tadi. Apakah sudah di jemput oleh mamanya?, atau ada manusia yang mengadopsinya?, atau ada manusia yang tega membuangnya? --- mudahan-mudahan tidak ada yang membuangnya. Kan kasian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Searching Day

18 Januari 2019... [18.41] Hari ini adalah hari "Jumat", kegiatan saya seharian ini seperti yang menjadi judul tulisan saya adal...